Panduan komprehensif langkah demi langkah untuk menyaring saham unggulan, memvalidasi struktur pergerakan harga, menghitung alokasi lot rasional melalui kalkulator interaktif, dan mengeksekusi rencana trading secara objektif.
Bursa Efek Indonesia mencatat lebih dari 900 emiten tercatat. Sebagai trader swing berbasis bukti (*evidence-based*), tujuan utama screener adalah mengeliminasi 95% saham yang tidak likuid atau memiliki struktur bermasalah, sehingga perhatian hanya tertuju pada 1-3 kandidat terbaik hari ini.
Kumpulan 45 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar dan transaksi paling aktif di bursa. Saham LQ45 memiliki likuiditas memadai sehingga risiko kesulitan menjual kembali (*liquidity trap*) sangat rendah.
Kolom Kesiapan menandai timing teknikal emiten: • Kategori A (Siap Beli): Harga berada tepat di area support atau retest tren. • Kategori B (Daftar Pantau): Menunggu konfirmasi volume atau penurunan volatilitas.
Tiga saham teratas pada papan peringkat merupakan peraih skor multi-faktor tertinggi. Klik tombol "Analisis Saham" untuk memuat grafik dan rencana eksekusinya ke halaman dashboard.
Grafik candlestick menyajikan rekaman pertarungan antara pembeli dan penjual. Menggabungkan bentuk lilin dengan tiga garis rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) memberikan peta arah tren yang obyektif.
Harga ditutup lebih tinggi dari pembukaan. Menandakan dominasi tekanan beli sepanjang sesi perdagangan.
Harga ditutup lebih rendah dari pembukaan. Menandakan dominasi aksi jual dan distribusi oleh pelaku pasar.
| Garis Rata-Rata | Horison Waktu | Fungsi Analisis | Aturan Operasional |
|---|---|---|---|
| EMA 20 (Kuning) | 1-2 Minggu | Arah momentum jangka pendek. | Titik beli agresif saat terjadi pantulan (retest). |
| EMA 50 (Biru) | 1-2 Bulan | Support dinamis tren menengah. | Batas konfirmasi kelanjutan tren swing utama. |
| EMA 200 (Ungu) | 6-12 Bulan | Batas rezim tren jangka panjang. | Hanya ambil posisi beli saat harga DI ATAS garis ini. |
Sistem secara otomatis menghitung nilai rapor multi-faktor emiten dari kompilasi data laporan keuangan, kesehatan arus kas, indikator momentum teknikal, dan transaksi broker pembeli besar.
Konvergensi penuh antara tren naik kuat, akumulasi institusional, dan neraca keuangan sehat. Prioritas beli utama.
Emiten sehat dengan struktur tren solid. Masukkan ke dalam daftar pantau sambil menunggu konfirmasi area entry ideal.
Aksi harga masih bergerak mendatar tanpa arah dominan. Disarankan menunggu penembusan resistance sebelum masuk.
Tekanan jual dominan atau fundamental bermasalah. Wajib dihindari oleh pemula untuk mencegah risiko kerugian modal.
Pembobotan kuantitatif multi-dimensi untuk menyaring saham berkualitas prima.
Posisi harga terhadap EMA 20, 50, 100, 200, status Bullish Alignment, momentum RSI 14, dan breakout level swing.
Pertumbuhan laba bersih per saham (EPS Growth), Return on Equity (ROE sehat > 8%), dan batas kelayakan rasio hutang.
Lonjakan Relative Volume (RVOL >= 1.2x) pada hari penembusan dan volume yang mengering saat koreksi sehat.
Akumulasi broker pembeli utama (Top 3 Buyer vs Top 3 Seller) serta konsistensi arus dana investor asing (Foreign Flow).
Kelayakan ruang gerak antara titik Entry, batas risiko Stop Loss, dan Target Harga 1 (minimal 1 : 1.5, ideal >= 1 : 2.0).
Peringkat momentum sektor industri emiten pada Peta Kuadran Rotasi RRG vs IHSG (Leading: 10, Improving: 7, Weakening: 4, Lagging: 1).
Kesalahan terbesar trader adalah membeli terlalu banyak lot karena emosi, lalu panik saat harga terkoreksi. Gunakan widget kalkulator langsung di bawah ini untuk menghitung alokasi lot yang terukur berdasarkan batas risiko 1.5% modal.
Lot = (Modal × % Risiko) / (Harga Entry - Stop Loss) / 100
Setiap transaksi di ShmAnalyst memiliki rencana aksi yang jelas sebelum order dikirimkan. Susunan level harga di bawah ini merefleksikan hierarki target keuntungan dan batas risiko pembatalan skenario.
Biarkan sisa 50% lot berjalan mengikuti reli sambil menggeser Stop Loss ke harga modal beli (breakeven).
Saat menyentuh TP1, jual 50% porsi lot Anda secara tunai untuk memastikan trade ini menghasilkan keuntungan riil.
Beli hanya saat harga berada di rentang harga entry yang tertera. Dilarang mengejar harga yang sudah naik jauh.
Jika harga menembus batas ini, jual 100% posisi tanpa ragu. Ini adalah titik di mana skenario analisis telah batal.
Jangan pernah membeli saham dengan skor di bawah 55. Mayoritas adalah saham berfundamental rapuh atau sedang dalam fase distribusi bandar.
Bila lilin harga berada di bawah garis ungu EMA 200, saham berada dalam tren turun. Jangan mencoba berspekulasi menebak dasar harga.
Pasang fitur order otomatis di aplikasi sekuritas pada angka Stop Loss sesaat setelah pembelian berhasil. Jangan menunda eksekusi batas risiko.
Jika kalkulator menyarankan 50 lot, jangan membeli 200 lot karena serakah. Manajemen ukuran posisi adalah pelindung utama akun trading Anda.
Pergerakan harga saham tidak pernah berdiri sendiri. Arus modal besar institusi (smart money) bergerak secara bergelombang dari satu sektor industri ke sektor industri lainnya. Halaman Rotasi Sektoral memetakan 11 sektor IDX-IC ke dalam 4 kuadran momentum untuk mendeteksi sektor yang sedang memimpin bursa.
Mengukur apakah tren sektor lebih kuat atau lebih lemah daripada IHSG. Angka 100 adalah garis keseimbangan pasar.
Mengukur apakah tren relatif sektor sedang berakselerasi naik (> 100) atau melambat turun (< 100).
RS-Ratio > 100 dan RS-Momentum > 100. Sektor paling prima dengan tren naik mengungguli IHSG. Saham-saham di kuadran ini memiliki probabilitas menang tertinggi untuk strategi swing trading.
RS-Ratio > 100 tetapi RS-Momentum < 100. Sektor masih kuat di atas IHSG namun kecepatannya berkurang. Kondisi ini menandakan fase distribusi atau konsolidasi; disarankan memperketat trailing stop.
RS-Ratio < 100 dan RS-Momentum < 100. Sektor berada dalam tren turun relatif terhadap indeks. Hindari membuka posisi beli baru pada saham-saham konstituen sektor ini.
RS-Ratio < 100 tetapi RS-Momentum> 100. Sektor bangkit dari dasar tren dan bersiap menyeberang ke kuadran Leading. Waktu ideal untuk mulai menyaring saham calon pemimpin baru (*early entry*).
Arahkan kursor (*hover*) pada simpul lingkaran untuk menampilkan kartu data mengambang: harga pasar terkini, nilai Relative Strength, percepatan Momentum RoC, skor multi-faktor sistem, hingga emiten pendorong utama sektor.
Mengklik simpul emiten pada canvas akan langsung membuka lembar analisis teknikal dan kalkulator lot emiten tersebut di Dashboard. Mengklik simpul sektor otomatis memfilter screener saham ke sektor terkait.
Pada mode Intra-Sektor, pengguna dapat mengganti acuan perbandingan antara Median Sektor (mencari pemimpin industri) atau Indeks IHSG, serta mengaktifkan filter densitas Top 25 Paling Aktif agar tampilan grafik tetap bersih dan terfokus.
Tabel kuantitatif di bawah grafik dilengkapi bilah pencarian real-time (ticker/nama/sektor) dan tombol paginasi fleksibel (15, 25, 50, atau Semua) sehingga penjelajahan ratusan saham konstituen berlangsung cepat, rapi, dan ringan.
Sebelum mengeksekusi order dengan dana riil, trader profesional selalu memvalidasi keunggulan statistik strateginya. Modul Automated Backtest menguji performa swing trading pada basis data 2 tahun dengan memperhitungkan biaya resmi bursa BEI (0.15% beli dan 0.25% jual).
Membeli saat harga retest area EMA 20/50 pada tren Bullish Alignment sempurna (EMA 20 > 50 > 200) dengan RSI 40-55. Setup berprobabilitas tinggi saat tren kuat.
Membeli saat harga menembus level tertinggi 20 hari disertai lonjakan Relative Volume (RVOL >= 1.3x) untuk menangkap reli akselerasi.
Membeli saat harga memantul dari area support kunci dengan pelemahan tekanan jual (RSI oversold dan serapan volume institusional).
Membeli saat saham berkonsolidasi ketat dengan rentang candle menyempit di dekat level tertinggi pada tren bullish kokoh sebelum melanjutkan kenaikan.
Membeli saat terjadi konvergensi tren bullish, RSI crossing ke atas level 50, dan volume relatif terkonfirmasi di atas rata-rata 20 hari.
Pengujian saham tunggal hanya memperlihatkan performa satu instrumen. Pada praktiknya, trader membagi modalnya ke dalam beberapa saham secara bergantian. Tab Simulasi Portofolio Multi-Slot mensimulasikan pertumbuhan modal riil saat dana dialokasikan ke 3, 4, atau 5 slot saham simultan.
Konsentrasi modal lebih tinggi. Memberikan potensi pertumbuhan imbal hasil lebih tajam, namun fluktuasi penurunan modal lebih dinamis.
Titik keseimbangan ideal antara diversifikasi risiko sektor dan kecepatan akumulasi modal bagi mayoritas swing trader.
Pendekatan defensif dengan diversifikasi luas untuk meredam volatilitas portofolio saat kondisi bursa berada dalam fase selektif.
Grafik garis ganda membandingkan saldo portofolio gabungan (Area hijau) terhadap pergerakan indeks acuan IHSG yang dinormalisasi ke modal awal (Garis putus-putus biru). Nilai Alpha mencerminkan kelebihan imbal hasil portofolio di atas rata-rata pasar bursa.
Tabel performa bulanan berstandar laporan hedge fund kuantitatif yang memperlihatkan persentase laba rugi portofolio dari Januari hingga Desember setiap tahunnya, memberikan evaluasi konsistensi jangka panjang yang transparan.
Kamus referensi otoritatif yang memuat seluruh istilah teknikal, rasio fundamental, rezim pasar makro, metrik rotasi sektoral (RRG), skoring kuantitatif, hingga parameter simulasi portofolio yang ditampilkan pada platform ShmAnalyst.
Indeks Harga Saham Gabungan: Tolok ukur acuan resmi yang mengukur pergerakan rata-rata seluruh saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Digunakan sistem sebagai patokan sentimen pasar agregat.
Klasifikasi kondisi sentimen makro bursa berdasarkan alignment EMA IHSG, distribusi volume, dan metodologi CANSLIM 'M' Factor. Menentukan izin pembukaan posisi beli swing.
Kondisi pasar bullish sehat saat IHSG bertengger kokoh di atas EMA 20, 50, dan 200. Likuiditas melimpah dan probabilitas keberhasilan swing trading berada pada level tertinggi.
Rezim pasar transisi atau konsolidasi di mana IHSG menguji garis rata-rata kunci. Trader disarankan bersikap selektif dan hanya memilih saham berperingkat Grade A/B dengan risiko modal diperketat.
Rezim pasar turun agresif (IHSG breakdown di bawah EMA 200). Tekanan jual institusional tinggi. Sistem secara otomatis mengunci seluruh sinyal beli baru untuk menjaga modal tunai (*cash is king*).
Basis data resmi penutupan sesi 2 perdagangan bursa yang telah diverifikasi dan disimpan secara permanen di SQLite lokal. Menjamin perhitungan indikator kuantitatif bebas dari derau fluktuasi intraday semu.
Representasi visual aksi harga saham dalam satu hari bursa yang merangkum 4 titik krusial: Open (buka), High (tertinggi), Low (terendah), dan Close (penutupan).
Rata-rata pergerakan harga eksponensial yang memberikan bobot matematis lebih besar pada harga penutupan terkini, sehingga lebih tanggap terhadap perubahan momentum dibandingkan SMA konvensional.
Garis rata-rata 20 hari bursa (~1 bulan kalender) berwarna kuning emas. Mengukur momentum jangka pendek yang menjadi garis pengawal trailing stop dinamis dan pijakan swing entry 3–10 hari.
Garis rata-rata 50 hari bursa (~2,5 bulan) berwarna biru. Menjadi batas pertahanan tren jangka menengah dan acuan penahan koreksi wajar (*healthy pullback*) saham-saham bertumbuh.
Garis rata-rata 200 hari bursa (~1 tahun) berwarna ungu. Penentu struktural arah tren jangka panjang. Saham di atas EMA 200 berada dalam fase Bullish; saham di bawahnya berada dalam tren Bearish.
Konfigurasi susunan ideal di mana Harga > EMA 20 > EMA 50 > EMA 200 secara teratur. Menandakan dominasi pembeli di seluruh kerangka waktu investasi dan memberi poin teknikal tertinggi.
Osilator momentum 14 periode berskala 0–100. Rentang 45–70 adalah zona momentum ideal untuk entry swing. Nilai < 40 menandakan momentum lemah; nilai > 75 menandakan rawan koreksi (*overbought*).
Ukuran rentang pergerakan volatilitas riil saham harian dalam 14 hari bursa. Digunakan sistem untuk menghitung lebar jarak Stop Loss dan target profit yang proporsional dengan karakter fluktuasi saham.
Rasio volume perdagangan hari ini terhadap rata-rata 20 hari sebelumnya. RVOL > 1.2x membuktikan adanya lonjakan partisipasi modal institusi (*smart money*) yang memvalidasi penembusan harga.
Level harga horizontal di mana penawaran beli (support) atau penawaran jual (resistance) terkonsentrasi secara historis. S1 menjadi patokan batas stop loss; R1/R2 menjadi titik acuan Take Profit.
Metodologi visualisasi kuadran dua dimensi yang memetakan siklus rotasi modal antar sektor dan saham konstituen berdasarkan kekuatan relatif (sumbu X) dan momentum akselerasi (sumbu Y).
Sumbu horizontal (X) grafik RRG yang mengukur rasio performa pengembalian harga saham/sektor terhadap instrumen acuan dalam 20 hari bursa. Nilai > 0 berarti saham mengungguli acuan (*outperform*).
Sumbu vertikal (Y) grafik RRG yang mengukur kecepatan akselerasi dari Relative Strength. Mengindikasikan apakah kekuatan relatif saham sedang bertambah kencang (> 0) atau mulai melambat (< 0).
Kuadran kanan-atas (RS > 0, ROC > 0) berwarna hijau emerald. Saham memiliki kekuatan relatif di atas acuan dan momentumnya terus mengakselerasi. Ini adalah area utama mencari saham market leader.
Kuadran kiri-atas (RS < 0, ROC > 0) berwarna biru. Saham yang sebelumnya tertinggal namun laju momentumnya mulai berbalik positif secara konsisten. Kandidat pembalikan arah dini (*early reversal*).
Kuadran kanan-bawah (RS > 0, ROC < 0) berwarna kuning amber. Saham masih memiliki performa di atas acuan tetapi laju akselerasinya mulai melambat. Sinyal bagi trader untuk mengunci sebagian keuntungan.
Kuadran kiri-bawah (RS < 0, ROC < 0) berwarna merah rose. Saham berkinerja lebih buruk daripada acuan dan momentumnya terus melorot. Dihindari secara ketat untuk pembukaan posisi baru.
Nilai tengah kinerja imbal hasil seluruh saham dalam satu sektor industri yang dijadikan titik acuan pusat (0,0). Menghilangkan bias saham berkapitalisasi raksasa sehingga kekuatan murni saham tampak objektif.
Price to Earnings Ratio: Rasio valuasi yang membandingkan harga saham saat ini terhadap laba bersih per lembar (*EPS*) dalam 12 bulan terakhir. Nilai P/E < 15x mencerminkan valuasi menarik.
Rasio valuasi yang membandingkan harga pasar saham terhadap nilai buku ekuitas per lembar saham (*Book Value per Share*). PBV < 1.0x menandakan saham diperdagangkan di bawah nilai aset bersihnya.
Rasio profitabilitas yang mengukur seberapa efisien manajemen perusahaan menghasilkan laba bersih dari modal ekuitas pemegang saham. Target emiten berkualitas tinggi sistem adalah ROE ≥ 15%.
Rasio solvabilitas yang mengukur perbandingan total liabilitas berbunga terhadap total ekuitas perseroan. DER < 1.0x (100%) mencerminkan neraca keuangan yang sehat dengan beban bunga aman.
Arus kas riil yang dihasilkan dari aktivitas bisnis operasional inti perusahaan. OCF positif mengonfirmasi bahwa keuntungan akuntansi didukung oleh penerimaan kas nyata, bukan piutang tertunda.
Keuntungan bersih akhir perusahaan setelah dikurangi beban pokok, biaya operasional, bunga pinjaman, dan pajak perseroan selama 12 bulan terakhir. Menjadi sumber pembagian dividen dan laba ditahan.
Persentase imbal hasil tunai dividen tahunan terhadap harga pasar saham saat ini. Nilai ≥ 4.0% tergolong atraktif di bursa BEI dan memberikan bantalan imbal hasil tambahan (*cashflow buffer*).
Nilai valuasi pasar total perusahaan yang dihitung dari total lembar saham dikalikan harga pasar saat ini. Diklasifikasikan menjadi Big Cap (> Rp 100 T), Mid Cap (Rp 10–100 T), dan Small Cap (< Rp 10 T).
Skor kuantitatif terintegrasi tanpa bias emosional yang menggabungkan 6 pilar objektif: Teknikal (25), Fundamental (20), Volume (15), Flow (15), Risk/Reward (15), dan Sektor (10).
Predikat tertinggi untuk emiten dengan total skor ≥ 80 poin. Memiliki keselarasan komplit antara tren bullish, fundamental solid, volume institusional kuat, dan momentum sektoral terdepan.
Predikat bagi saham dengan skor 65–79 poin. Struktur tren dan fundamental dalam keadaan baik, namun sedang menunggu pemicu volume atau koreksi harga menuju titik retest bantalan beli.
Dokumen protokol perdagangan tertulis yang mengunci area entry beli, level pembatalan skenario (hard stop loss), target laba bertahap (TP1 & TP2), serta kalkulasi alokasi lot sebelum order dikirim ke bursa.
Rentang harga pembelian terbaik yang terletak tepat di atas atau dekat dengan bantalan support terkonfirmasi. Mencegah aksi mengejar harga (*chasing price*) yang memperlebar risiko kerugian.
Titik harga invalidasi mutlak di mana tesis teknikal dinyatakan gugur. Posisi wajib ditutup seketika tanpa kompromi untuk memastikan kerugian tidak melampaui batas toleransi risiko (maks 1.5% modal).
Target keuntungan bertahap. Pada TP1 (R:R ≥ 1:1.5), 50% lot dijual dan stop loss digeser ke titik modal (*Break-Even*). Sisa 50% lot dibiarkan melesat menuju TP2 di area resistensi utama.
Rasio perbandingan matematis antara besaran potensi kerugian terhadap potensi keuntungan. ShmAnalyst mewajibkan rasio minimal 1 : 1.5 (misal risiko -4% untuk potensi laba +6% ke atas).
Komputasi penentuan jumlah lot saham berbasis manajemen risiko:
(Modal × Risiko %) ÷ ((Entry - SL) × 100 lembar).
Dibatasi maksimal 35% modal per saham demi diversifikasi.
Teknik menaikkan level stop loss secara bertahap mengikuti kenaikan EMA 20 saat harga terus melaju tinggi. Menjaga agar keuntungan yang sedang berjalan (*unrealized gain*) tidak tergerus saat tren berbalik.
Pengujian komputasi strategi trading menggunakan data historis 2 tahun candlestick tanpa bias melihat masa depan (*no look-ahead bias*), membuktikan keandalan strategi sebelum mempertaruhkan dana riil.
Persentase transaksi yang berakhir dengan laba dibandingkan total seluruh transaksi yang dieksekusi. Dalam sistem dengan R:R ≥ 1:1.5, win rate 45%–55% sudah cukup menghasilkan pertumbuhan modal yang konsisten.
Rasio total keuntungan kotor (*gross profit*) dibagi total kerugian kotor (*gross loss*). Nilai > 1.5 membuktikan strategi memiliki keunggulan statistik (*statistical edge*) yang tangguh.
Persentase penurunan terbesar yang dialami saldo portofolio dari titik puncak modal tertinggi (*peak*) ke titik terendah (*trough*). Nilai MDD < 15% mencerminkan ketahanan risiko modal yang sangat prima.
Biaya reguler bursa yang diperhitungkan realistis dalam simulasi backtest: Komisi beli (~0.15%) dan komisi jual (~0.25% termasuk pajak PPh final 0.1%). Menjamin hasil backtest mencerminkan laba bersih riil di RDN.
Metode manajemen portofolio dengan membagi total modal menjadi beberapa slot independen (3 slot = 33%, 4 slot = 25%, 5 slot = 20%). Menghindari konsentrasi risiko emiten tunggal dan menjaga perputaran modal tetap lancar.
Kelebihan persentase imbal hasil portofolio strategi di atas persentase kinerja indeks acuan IHSG (*excess return*). Menjadi bukti matematis sahih bahwa strategi sistem mampu mengalahkan kinerja pasar secara konsisten.
Tabel rekapitulasi imbal hasil bulanan (Januari s/d Desember) berstandar laporan performa hedge fund kuantitatif yang menyajikan transparansi konsistensi pengembalian modal sepanjang berbagai musim bursa.
Tidak ada istilah yang cocok dengan pencarian "".
Platform Intelijen ShmAnalyst
Terima kasih atas kontribusi Anda. Masukan ini sangat berharga untuk penyempurnaan platform.