ShmAnalyst Logo
ShmAnalyst
Dokumentasi Sistem & Panduan Eksekusi

Panduan Praktis Trading Saham IDX

Panduan komprehensif langkah demi langkah untuk menyaring saham unggulan, memvalidasi struktur pergerakan harga, menghitung alokasi lot rasional melalui kalkulator interaktif, dan mengeksekusi rencana trading secara objektif.

Bab 01

Penyaringan Saham Potensial (Screener)

Bursa Efek Indonesia mencatat lebih dari 900 emiten tercatat. Sebagai trader swing berbasis bukti (*evidence-based*), tujuan utama screener adalah mengeliminasi 95% saham yang tidak likuid atau memiliki struktur bermasalah, sehingga perhatian hanya tertuju pada 1-3 kandidat terbaik hari ini.

1

Pilih Universe LQ45

Kumpulan 45 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar dan transaksi paling aktif di bursa. Saham LQ45 memiliki likuiditas memadai sehingga risiko kesulitan menjual kembali (*liquidity trap*) sangat rendah.

2

Periksa Status Kesiapan Setup

Kolom Kesiapan menandai timing teknikal emiten: • Kategori A (Siap Beli): Harga berada tepat di area support atau retest tren. • Kategori B (Daftar Pantau): Menunggu konfirmasi volume atau penurunan volatilitas.

3

Pilih 3 Peringkat Teratas

Tiga saham teratas pada papan peringkat merupakan peraih skor multi-faktor tertinggi. Klik tombol "Analisis Saham" untuk memuat grafik dan rencana eksekusinya ke halaman dashboard.

Bab 02

Pembacaan Grafik Harga & Hierarki Tren EMA

Grafik candlestick menyajikan rekaman pertarungan antara pembeli dan penjual. Menggabungkan bentuk lilin dengan tiga garis rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) memberikan peta arah tren yang obyektif.

ANATOMI LILIN BURSA (CANDLESTICK STRUCTURE)
High Close Open Low
Lilin Bullish (Hijau)

Harga ditutup lebih tinggi dari pembukaan. Menandakan dominasi tekanan beli sepanjang sesi perdagangan.

High Open Close Low
Lilin Bearish (Merah)

Harga ditutup lebih rendah dari pembukaan. Menandakan dominasi aksi jual dan distribusi oleh pelaku pasar.

Garis Rata-Rata Horison Waktu Fungsi Analisis Aturan Operasional
EMA 20 (Kuning) 1-2 Minggu Arah momentum jangka pendek. Titik beli agresif saat terjadi pantulan (retest).
EMA 50 (Biru) 1-2 Bulan Support dinamis tren menengah. Batas konfirmasi kelanjutan tren swing utama.
EMA 200 (Ungu) 6-12 Bulan Batas rezim tren jangka panjang. Hanya ambil posisi beli saat harga DI ATAS garis ini.
Prinsip Emas Invalidation EMA 200: Jika harga saham berada di bawah garis ungu EMA 200, saham berada dalam rezim *downtrend* (tren sakit). Dilarang membuka posisi beli pada saham di bawah EMA 200 terlepas dari seberapa murah valuasinya.
Bab 03

Matriks Evaluasi Kualitas Saham (0 sampai 100)

Sistem secara otomatis menghitung nilai rapor multi-faktor emiten dari kompilasi data laporan keuangan, kesehatan arus kas, indikator momentum teknikal, dan transaksi broker pembeli besar.

Skor 85 - 100 GRADE A

Prima (Siap Eksekusi)

Konvergensi penuh antara tren naik kuat, akumulasi institusional, dan neraca keuangan sehat. Prioritas beli utama.

Skor 70 - 84 GRADE B

Bagus (Daftar Pantau)

Emiten sehat dengan struktur tren solid. Masukkan ke dalam daftar pantau sambil menunggu konfirmasi area entry ideal.

Skor 55 - 69 GRADE C

Netral (Konsolidasi)

Aksi harga masih bergerak mendatar tanpa arah dominan. Disarankan menunggu penembusan resistance sebelum masuk.

Skor Di Bawah 55 GRADE D / E

Rentan (Dilarang Beli)

Tekanan jual dominan atau fundamental bermasalah. Wajib dihindari oleh pemula untuk mencegah risiko kerugian modal.

Komposisi 6 Pilar Penilaian Objektif (Total 100 Poin)

Pembobotan kuantitatif multi-dimensi untuk menyaring saham berkualitas prima.

6 Pilar Terintegrasi
1. Struktur Tren Maks 25 Poin

Posisi harga terhadap EMA 20, 50, 100, 200, status Bullish Alignment, momentum RSI 14, dan breakout level swing.

2. Fundamental Laba Maks 20 Poin

Pertumbuhan laba bersih per saham (EPS Growth), Return on Equity (ROE sehat > 8%), dan batas kelayakan rasio hutang.

3. Aktivitas Volume Maks 15 Poin

Lonjakan Relative Volume (RVOL >= 1.2x) pada hari penembusan dan volume yang mengering saat koreksi sehat.

4. Arus Dana (Flow) Maks 15 Poin

Akumulasi broker pembeli utama (Top 3 Buyer vs Top 3 Seller) serta konsistensi arus dana investor asing (Foreign Flow).

5. Risk/Reward Maks 15 Poin

Kelayakan ruang gerak antara titik Entry, batas risiko Stop Loss, dan Target Harga 1 (minimal 1 : 1.5, ideal >= 1 : 2.0).

6. Kekuatan Sektor Maks 10 Poin

Peringkat momentum sektor industri emiten pada Peta Kuadran Rotasi RRG vs IHSG (Leading: 10, Improving: 7, Weakening: 4, Lagging: 1).

Bab 04

Kalkulator Posisi & Manajemen Risiko Interaktif

Kesalahan terbesar trader adalah membeli terlalu banyak lot karena emosi, lalu panik saat harga terkoreksi. Gunakan widget kalkulator langsung di bawah ini untuk menghitung alokasi lot yang terukur berdasarkan batas risiko 1.5% modal.

REKOMENDASI LOT
50 LOT
5.000 Lembar
MAKSIMAL KERUGIAN
Rp 750.000
1.50% Modal
ESTIMASI BIAYA BELI
Rp 18.500.000
37.0% dari Modal
JARAK STOP LOSS
-4.05%
Rp 150/Lembar
Formula: Lot = (Modal × % Risiko) / (Harga Entry - Stop Loss) / 100
Bab 05

Protokol Eksekusi Rencana Trading (Vertical Price Ladder)

Setiap transaksi di ShmAnalyst memiliki rencana aksi yang jelas sebelum order dikirimkan. Susunan level harga di bawah ini merefleksikan hierarki target keuntungan dan batas risiko pembatalan skenario.

LEVEL 4: TARGET 2 (RUNNER)
Maksimalkan Sisa Keuntungan 50% Posisi

Biarkan sisa 50% lot berjalan mengikuti reli sambil menggeser Stop Loss ke harga modal beli (breakeven).

+12% s/d +18% Target
LEVEL 3: TARGET 1 (50% TP)
Kunci Laba Pertama (Jual 50% Lot)

Saat menyentuh TP1, jual 50% porsi lot Anda secara tunai untuk memastikan trade ini menghasilkan keuntungan riil.

+6% s/d +9% Target
LEVEL 2: AREA ENTRY
Validasi Titik Beli Terkonfirmasi

Beli hanya saat harga berada di rentang harga entry yang tertera. Dilarang mengejar harga yang sudah naik jauh.

Area Beli Terukur
LEVEL 1: BATAS STOP LOSS (INVALIDATION)
Pembatasan Kerugian Mutlak

Jika harga menembus batas ini, jual 100% posisi tanpa ragu. Ini adalah titik di mana skenario analisis telah batal.

-3% s/d -5% Batas Rugi
Bab 06

Empat Protokol Disiplin Pengendalian Risiko

PROTOKOL 01

Eliminasi Saham Grade D dan E

Jangan pernah membeli saham dengan skor di bawah 55. Mayoritas adalah saham berfundamental rapuh atau sedang dalam fase distribusi bandar.

PROTOKOL 02

Dilarang Beli di Bawah EMA 200

Bila lilin harga berada di bawah garis ungu EMA 200, saham berada dalam tren turun. Jangan mencoba berspekulasi menebak dasar harga.

PROTOKOL 03

Pasang Automatic Order Stop Loss

Pasang fitur order otomatis di aplikasi sekuritas pada angka Stop Loss sesaat setelah pembelian berhasil. Jangan menunda eksekusi batas risiko.

PROTOKOL 04

Patuhi Batas Rekomendasi Lot

Jika kalkulator menyarankan 50 lot, jangan membeli 200 lot karena serakah. Manajemen ukuran posisi adalah pelindung utama akun trading Anda.

Bab 07

Peta Rotasi Sektoral & Relative Rotation Graph (RRG)

Pergerakan harga saham tidak pernah berdiri sendiri. Arus modal besar institusi (smart money) bergerak secara bergelombang dari satu sektor industri ke sektor industri lainnya. Halaman Rotasi Sektoral memetakan 11 sektor IDX-IC ke dalam 4 kuadran momentum untuk mendeteksi sektor yang sedang memimpin bursa.

DUA SUMBU PENGUKURAN KUADRAN RRG:
Sumbu Horizontal: RS-Ratio (Kekuatan Relatif)

Mengukur apakah tren sektor lebih kuat atau lebih lemah daripada IHSG. Angka 100 adalah garis keseimbangan pasar.

Sumbu Vertikal: RS-Momentum (Kecepatan Tren)

Mengukur apakah tren relatif sektor sedang berakselerasi naik (> 100) atau melambat turun (< 100).

Kuadran Kanan Atas LEADING (HIJAU)

Sektor Pemimpin Pasar

RS-Ratio > 100 dan RS-Momentum > 100. Sektor paling prima dengan tren naik mengungguli IHSG. Saham-saham di kuadran ini memiliki probabilitas menang tertinggi untuk strategi swing trading.

Kuadran Kanan Bawah WEAKENING (KUNING)

Sektor Mulai Melambat

RS-Ratio > 100 tetapi RS-Momentum < 100. Sektor masih kuat di atas IHSG namun kecepatannya berkurang. Kondisi ini menandakan fase distribusi atau konsolidasi; disarankan memperketat trailing stop.

Kuadran Kiri Bawah LAGGING (MERAH)

Sektor Tertinggal

RS-Ratio < 100 dan RS-Momentum < 100. Sektor berada dalam tren turun relatif terhadap indeks. Hindari membuka posisi beli baru pada saham-saham konstituen sektor ini.

Kuadran Kiri Atas IMPROVING (BIRU)

Sektor Mulai Pulih

RS-Ratio < 100 tetapi RS-Momentum> 100. Sektor bangkit dari dasar tren dan bersiap menyeberang ke kuadran Leading. Waktu ideal untuk mulai menyaring saham calon pemimpin baru (*early entry*).

SOP Analisis Top-Down: Buka halaman Rotasi Sektoral terlebih dahulu untuk melihat sektor mana yang berada di kuadran Leading atau Improving. Selanjutnya, buka halaman Screener dan gunakan filter sektor tersebut untuk menemukan kandidat saham Kategori A terbaik.
TIGA MODE TAMPILAN PETA ROTASI RELATIF:
1. 11 Sektor vs IHSG Analisis makro untuk melihat arus rotasi modal institusi antar 11 sektor resmi IDX-IC.
2. LQ45 vs IHSG Analisis 45 saham lapis satu paling likuid untuk mendeteksi emiten penggerak indeks IHSG.
3. Rotasi Intra-Sektor Analisis konstituen internal per sektor (misal perbankan atau energi) diukur terhadap median sektor guna memilih saham alpha terbaik di industrinya.
FITUR INTERAKTIF GRAFIK 2D & KONTROL LANJUTAN:
Lintasan Momentum & Tooltip Cerdas

Arahkan kursor (*hover*) pada simpul lingkaran untuk menampilkan kartu data mengambang: harga pasar terkini, nilai Relative Strength, percepatan Momentum RoC, skor multi-faktor sistem, hingga emiten pendorong utama sektor.

Navigasi Langsung (Node Click-Through)

Mengklik simpul emiten pada canvas akan langsung membuka lembar analisis teknikal dan kalkulator lot emiten tersebut di Dashboard. Mengklik simpul sektor otomatis memfilter screener saham ke sektor terkait.

Kontrol Densitas & Benchmark Acuan

Pada mode Intra-Sektor, pengguna dapat mengganti acuan perbandingan antara Median Sektor (mencari pemimpin industri) atau Indeks IHSG, serta mengaktifkan filter densitas Top 25 Paling Aktif agar tampilan grafik tetap bersih dan terfokus.

Tabel Peringkat dengan Pencarian & Paginasi

Tabel kuantitatif di bawah grafik dilengkapi bilah pencarian real-time (ticker/nama/sektor) dan tombol paginasi fleksibel (15, 25, 50, atau Semua) sehingga penjelajahan ratusan saham konstituen berlangsung cepat, rapi, dan ringan.

Bab 08

Pengujian Kuantitatif & Optimizer Strategi (Backtest)

Sebelum mengeksekusi order dengan dana riil, trader profesional selalu memvalidasi keunggulan statistik strateginya. Modul Automated Backtest menguji performa swing trading pada basis data 2 tahun dengan memperhitungkan biaya resmi bursa BEI (0.15% beli dan 0.25% jual).

5 SETUP STRATEGI SWING YANG DIUJI:
1. Pullback on Confluence (EMA 20/50 Retest)

Membeli saat harga retest area EMA 20/50 pada tren Bullish Alignment sempurna (EMA 20 > 50 > 200) dengan RSI 40-55. Setup berprobabilitas tinggi saat tren kuat.

2. Breakout Momentum & VSA (High 20-Day)

Membeli saat harga menembus level tertinggi 20 hari disertai lonjakan Relative Volume (RVOL >= 1.3x) untuk menangkap reli akselerasi.

3. Support Bounce & Absorption (Wyckoff Spring)

Membeli saat harga memantul dari area support kunci dengan pelemahan tekanan jual (RSI oversold dan serapan volume institusional).

4. High Tight Flag / Consolidation

Membeli saat saham berkonsolidasi ketat dengan rentang candle menyempit di dekat level tertinggi pada tren bullish kokoh sebelum melanjutkan kenaikan.

5. Multi-Factor Confluence

Membeli saat terjadi konvergensi tren bullish, RSI crossing ke atas level 50, dan volume relatif terkonfirmasi di atas rata-rata 20 hari.

Fitur Auto Strategy Optimizer: Setiap emiten memiliki karakteristik pergerakan harga yang unik. Tombol "Bandingkan 5 Strategi" pada halaman Backtest secara simultan menguji kelima strategi di atas untuk emiten terpilih dan otomatis menandai strategi terbaik (#1 Terpilih) berdasarkan perpaduan Total Return, Profit Factor, Win Rate, dan batas risiko Drawdown.
Bab 09

Simulasi Portofolio Multi-Slot & Manajemen Modal

Pengujian saham tunggal hanya memperlihatkan performa satu instrumen. Pada praktiknya, trader membagi modalnya ke dalam beberapa saham secara bergantian. Tab Simulasi Portofolio Multi-Slot mensimulasikan pertumbuhan modal riil saat dana dialokasikan ke 3, 4, atau 5 slot saham simultan.

3 Slot Saham
33.3% Modal / Saham

Konsentrasi modal lebih tinggi. Memberikan potensi pertumbuhan imbal hasil lebih tajam, namun fluktuasi penurunan modal lebih dinamis.

4 Slot Saham (Standar)
25.0% Modal / Saham

Titik keseimbangan ideal antara diversifikasi risiko sektor dan kecepatan akumulasi modal bagi mayoritas swing trader.

5 Slot Saham
20.0% Modal / Saham

Pendekatan defensif dengan diversifikasi luas untuk meredam volatilitas portofolio saat kondisi bursa berada dalam fase selektif.

1. Kurva Ekuitas vs IHSG Benchmark

Grafik garis ganda membandingkan saldo portofolio gabungan (Area hijau) terhadap pergerakan indeks acuan IHSG yang dinormalisasi ke modal awal (Garis putus-putus biru). Nilai Alpha mencerminkan kelebihan imbal hasil portofolio di atas rata-rata pasar bursa.

2. Matriks Imbal Hasil Bulanan (Year x Month Grid)

Tabel performa bulanan berstandar laporan hedge fund kuantitatif yang memperlihatkan persentase laba rugi portofolio dari Januari hingga Desember setiap tahunnya, memberikan evaluasi konsistensi jangka panjang yang transparan.

Bab 10

Glosarium Lengkap Istilah Sistem (A–Z)

Kamus referensi otoritatif yang memuat seluruh istilah teknikal, rasio fundamental, rezim pasar makro, metrik rotasi sektoral (RRG), skoring kuantitatif, hingga parameter simulasi portofolio yang ditampilkan pada platform ShmAnalyst.

Total: 56 Istilah

IHSG (^JKSE)

Makro

Indeks Harga Saham Gabungan: Tolok ukur acuan resmi yang mengukur pergerakan rata-rata seluruh saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Digunakan sistem sebagai patokan sentimen pasar agregat.

Peran Sistem: Acuan CANSLIM 'M' Tolok Ukur BEI

Rezim Pasar (Market Direction)

Makro

Klasifikasi kondisi sentimen makro bursa berdasarkan alignment EMA IHSG, distribusi volume, dan metodologi CANSLIM 'M' Factor. Menentukan izin pembukaan posisi beli swing.

Status: Risk-On / Selective / Risk-Off Filter Pelindung Modal

RISK-ON

Makro

Kondisi pasar bullish sehat saat IHSG bertengger kokoh di atas EMA 20, 50, dan 200. Likuiditas melimpah dan probabilitas keberhasilan swing trading berada pada level tertinggi.

Alokasi Modal: 100% Porsi Normal Sinyal Beli Aktif

SELECTIVE

Makro

Rezim pasar transisi atau konsolidasi di mana IHSG menguji garis rata-rata kunci. Trader disarankan bersikap selektif dan hanya memilih saham berperingkat Grade A/B dengan risiko modal diperketat.

Pendekatan: Entry Bertahap & Defensif Mode Terseleksi

RISK-OFF

Makro

Rezim pasar turun agresif (IHSG breakdown di bawah EMA 200). Tekanan jual institusional tinggi. Sistem secara otomatis mengunci seluruh sinyal beli baru untuk menjaga modal tunai (*cash is king*).

Sikap: Cash Preservation Entry Diblokir Total

EOD (End-of-Day)

Makro

Basis data resmi penutupan sesi 2 perdagangan bursa yang telah diverifikasi dan disimpan secara permanen di SQLite lokal. Menjamin perhitungan indikator kuantitatif bebas dari derau fluktuasi intraday semu.

Integritas: Terverifikasi Bebas Derau Latensi Database < 20ms

Candlestick (OHLC)

Teknikal

Representasi visual aksi harga saham dalam satu hari bursa yang merangkum 4 titik krusial: Open (buka), High (tertinggi), Low (terendah), dan Close (penutupan).

Pustaka: TradingView Lightweight Riwayat Penuh 2 Tahun

EMA (Exponential Moving Average)

Teknikal

Rata-rata pergerakan harga eksponensial yang memberikan bobot matematis lebih besar pada harga penutupan terkini, sehingga lebih tanggap terhadap perubahan momentum dibandingkan SMA konvensional.

Pilar Sistem: EMA 20, 50, dan 200 Bantalan Dinamis

EMA 20

Teknikal

Garis rata-rata 20 hari bursa (~1 bulan kalender) berwarna kuning emas. Mengukur momentum jangka pendek yang menjadi garis pengawal trailing stop dinamis dan pijakan swing entry 3–10 hari.

Kerangka Waktu: Swing 3-10 Hari Bantalan Trailing Stop

EMA 50

Teknikal

Garis rata-rata 50 hari bursa (~2,5 bulan) berwarna biru. Menjadi batas pertahanan tren jangka menengah dan acuan penahan koreksi wajar (*healthy pullback*) saham-saham bertumbuh.

Peran: Filter Tren Menengah Area Akumulasi Institusi

EMA 200 (Tren Primer)

Teknikal

Garis rata-rata 200 hari bursa (~1 tahun) berwarna ungu. Penentu struktural arah tren jangka panjang. Saham di atas EMA 200 berada dalam fase Bullish; saham di bawahnya berada dalam tren Bearish.

Aturan Kunci: Wajib > EMA 200 Filter Syarat Mutlak Beli

Bullish Alignment

Teknikal

Konfigurasi susunan ideal di mana Harga > EMA 20 > EMA 50 > EMA 200 secara teratur. Menandakan dominasi pembeli di seluruh kerangka waktu investasi dan memberi poin teknikal tertinggi.

Kondisi: Harga > 20 > 50 > 200 +10 Poin Pilar 1

RSI 14 (Relative Strength Index)

Teknikal

Osilator momentum 14 periode berskala 0–100. Rentang 45–70 adalah zona momentum ideal untuk entry swing. Nilai < 40 menandakan momentum lemah; nilai > 75 menandakan rawan koreksi (*overbought*).

Zona Beli Optimal: 45 s/d 70 Filter Overbought > 75

ATR 14 (Average True Range)

Teknikal

Ukuran rentang pergerakan volatilitas riil saham harian dalam 14 hari bursa. Digunakan sistem untuk menghitung lebar jarak Stop Loss dan target profit yang proporsional dengan karakter fluktuasi saham.

Fungsi: Dynamic Risk Buffer Pondasi Stop Loss Rasional

RVOL (Relative Volume)

Teknikal

Rasio volume perdagangan hari ini terhadap rata-rata 20 hari sebelumnya. RVOL > 1.2x membuktikan adanya lonjakan partisipasi modal institusi (*smart money*) yang memvalidasi penembusan harga.

Ambang Validasi: RVOL > 1.2x +15 Poin Pilar 3 (Volume)

Support & Resistance (S1 / R1)

Teknikal

Level harga horizontal di mana penawaran beli (support) atau penawaran jual (resistance) terkonsentrasi secara historis. S1 menjadi patokan batas stop loss; R1/R2 menjadi titik acuan Take Profit.

S1: Bantalan Beli & Stop Loss R1: Target TP1

RRG (Relative Rotation Graph)

RRG

Metodologi visualisasi kuadran dua dimensi yang memetakan siklus rotasi modal antar sektor dan saham konstituen berdasarkan kekuatan relatif (sumbu X) dan momentum akselerasi (sumbu Y).

Struktur: 4 Kuadran Rotasi Pilar 6 Sektoral

Relative Strength (RS 20D)

RRG

Sumbu horizontal (X) grafik RRG yang mengukur rasio performa pengembalian harga saham/sektor terhadap instrumen acuan dalam 20 hari bursa. Nilai > 0 berarti saham mengungguli acuan (*outperform*).

Kanan (>0): Outperform Acuan Kiri (<0): Underperform

Momentum RoC (Rate of Change)

RRG

Sumbu vertikal (Y) grafik RRG yang mengukur kecepatan akselerasi dari Relative Strength. Mengindikasikan apakah kekuatan relatif saham sedang bertambah kencang (> 0) atau mulai melambat (< 0).

Atas (>0): Momentum Naik Bawah (<0): Melambat

Kuadran LEADING (Memimpin)

RRG

Kuadran kanan-atas (RS > 0, ROC > 0) berwarna hijau emerald. Saham memiliki kekuatan relatif di atas acuan dan momentumnya terus mengakselerasi. Ini adalah area utama mencari saham market leader.

Karakteristik: RS > 0 & ROC > 0 Prioritas Utama Beli

Kuadran IMPROVING (Menguat)

RRG

Kuadran kiri-atas (RS < 0, ROC > 0) berwarna biru. Saham yang sebelumnya tertinggal namun laju momentumnya mulai berbalik positif secara konsisten. Kandidat pembalikan arah dini (*early reversal*).

Karakteristik: RS < 0 & ROC > 0 Peluang Early Turnaround

Kuadran WEAKENING (Melemah)

RRG

Kuadran kanan-bawah (RS > 0, ROC < 0) berwarna kuning amber. Saham masih memiliki performa di atas acuan tetapi laju akselerasinya mulai melambat. Sinyal bagi trader untuk mengunci sebagian keuntungan.

Karakteristik: RS > 0 & ROC < 0 Waspada Ambil Untung

Kuadran LAGGING (Tertinggal)

RRG

Kuadran kiri-bawah (RS < 0, ROC < 0) berwarna merah rose. Saham berkinerja lebih buruk daripada acuan dan momentumnya terus melorot. Dihindari secara ketat untuk pembukaan posisi baru.

Karakteristik: RS < 0 & ROC < 0 Wajib Dihindari

Median Sektor

RRG

Nilai tengah kinerja imbal hasil seluruh saham dalam satu sektor industri yang dijadikan titik acuan pusat (0,0). Menghilangkan bias saham berkapitalisasi raksasa sehingga kekuatan murni saham tampak objektif.

Titik Pusat Crosshair: (0,0) Benchmark Bebas Outlier

P/E Ratio (TTM)

Fundamental

Price to Earnings Ratio: Rasio valuasi yang membandingkan harga saham saat ini terhadap laba bersih per lembar (*EPS*) dalam 12 bulan terakhir. Nilai P/E < 15x mencerminkan valuasi menarik.

Ambang Sehat: < 15x - 20x Valuasi Laba Bersih

PBV (Price to Book Value)

Fundamental

Rasio valuasi yang membandingkan harga pasar saham terhadap nilai buku ekuitas per lembar saham (*Book Value per Share*). PBV < 1.0x menandakan saham diperdagangkan di bawah nilai aset bersihnya.

Diskon Nilai Buku: < 1.0x Harga vs Ekuitas

ROE (Return on Equity)

Fundamental

Rasio profitabilitas yang mengukur seberapa efisien manajemen perusahaan menghasilkan laba bersih dari modal ekuitas pemegang saham. Target emiten berkualitas tinggi sistem adalah ROE ≥ 15%.

Target Prima: ROE ≥ 15% Efisiensi Penciptaan Nilai

DER (Debt to Equity Ratio)

Fundamental

Rasio solvabilitas yang mengukur perbandingan total liabilitas berbunga terhadap total ekuitas perseroan. DER < 1.0x (100%) mencerminkan neraca keuangan yang sehat dengan beban bunga aman.

Batas Aman: DER < 1.0x Bank Dinilai via CAR/NPL

Operating Cash Flow (OCF)

Fundamental

Arus kas riil yang dihasilkan dari aktivitas bisnis operasional inti perusahaan. OCF positif mengonfirmasi bahwa keuntungan akuntansi didukung oleh penerimaan kas nyata, bukan piutang tertunda.

Syarat Sehat: OCF Positif (> 0) Validasi Kas Riil

Net Income (Laba Bersih TTM)

Fundamental

Keuntungan bersih akhir perusahaan setelah dikurangi beban pokok, biaya operasional, bunga pinjaman, dan pajak perseroan selama 12 bulan terakhir. Menjadi sumber pembagian dividen dan laba ditahan.

Kriteria: Laba Bersih Positif Kesehatan Bisnis Riil

Dividend Yield

Fundamental

Persentase imbal hasil tunai dividen tahunan terhadap harga pasar saham saat ini. Nilai ≥ 4.0% tergolong atraktif di bursa BEI dan memberikan bantalan imbal hasil tambahan (*cashflow buffer*).

Atraktif: ≥ 4.0% s/d 5.0% Bantalan Pengaman Dividen

Market Capitalization (Kapitalisasi Pasar)

Fundamental

Nilai valuasi pasar total perusahaan yang dihitung dari total lembar saham dikalikan harga pasar saat ini. Diklasifikasikan menjadi Big Cap (> Rp 100 T), Mid Cap (Rp 10–100 T), dan Small Cap (< Rp 10 T).

Skala: Big / Mid / Small Cap Ukuran Likuiditas Pasar

Skor Multi-Faktor 6 Pilar (0-100)

Skor

Skor kuantitatif terintegrasi tanpa bias emosional yang menggabungkan 6 pilar objektif: Teknikal (25), Fundamental (20), Volume (15), Flow (15), Risk/Reward (15), dan Sektor (10).

Ambang Layak Beli: Skor ≥ 70 Total: 100 Poin

GRADE A (Strong Buy Candidate)

Skor

Predikat tertinggi untuk emiten dengan total skor ≥ 80 poin. Memiliki keselarasan komplit antara tren bullish, fundamental solid, volume institusional kuat, dan momentum sektoral terdepan.

Rentang Skor: 80 s/d 100 Poin Prioritas Eksekusi Utama

GRADE B (Watchlist Setup)

Skor

Predikat bagi saham dengan skor 65–79 poin. Struktur tren dan fundamental dalam keadaan baik, namun sedang menunggu pemicu volume atau koreksi harga menuju titik retest bantalan beli.

Rentang Skor: 65 s/d 79 Poin Daftar Pantau Aktif

Trading Plan (Rencana Eksekusi)

Eksekusi

Dokumen protokol perdagangan tertulis yang mengunci area entry beli, level pembatalan skenario (hard stop loss), target laba bertahap (TP1 & TP2), serta kalkulasi alokasi lot sebelum order dikirim ke bursa.

Format: Area Entry, SL, TP1, TP2 Wajib Dipatuhi Tanpa Emosi

Area Entry

Eksekusi

Rentang harga pembelian terbaik yang terletak tepat di atas atau dekat dengan bantalan support terkonfirmasi. Mencegah aksi mengejar harga (*chasing price*) yang memperlebar risiko kerugian.

Toleransi: Retest Support / EMA Anti Chasing Price

Hard Stop Loss (SL)

Eksekusi

Titik harga invalidasi mutlak di mana tesis teknikal dinyatakan gugur. Posisi wajib ditutup seketika tanpa kompromi untuk memastikan kerugian tidak melampaui batas toleransi risiko (maks 1.5% modal).

Level: Di bawah Support 1 Proteksi Modal Disiplin

Take Profit 1 & 2 (TP1 & TP2)

Eksekusi

Target keuntungan bertahap. Pada TP1 (R:R ≥ 1:1.5), 50% lot dijual dan stop loss digeser ke titik modal (*Break-Even*). Sisa 50% lot dibiarkan melesat menuju TP2 di area resistensi utama.

TP1: Kunci 50% + Geser BEP TP2: Swing Maksimal

Risk/Reward Ratio (R:R)

Eksekusi

Rasio perbandingan matematis antara besaran potensi kerugian terhadap potensi keuntungan. ShmAnalyst mewajibkan rasio minimal 1 : 1.5 (misal risiko -4% untuk potensi laba +6% ke atas).

Syarat Sistem: Minimal 1 : 1.5 Fondasi Positive Expectancy

Position Sizing (Kalkulasi Lot)

Eksekusi

Komputasi penentuan jumlah lot saham berbasis manajemen risiko: (Modal × Risiko %) ÷ ((Entry - SL) × 100 lembar). Dibatasi maksimal 35% modal per saham demi diversifikasi.

1 Lot = 100 Lembar BEI Plafon Maks 35% Modal

Trailing Stop

Eksekusi

Teknik menaikkan level stop loss secara bertahap mengikuti kenaikan EMA 20 saat harga terus melaju tinggi. Menjaga agar keuntungan yang sedang berjalan (*unrealized gain*) tidak tergerus saat tren berbalik.

Acuan: Garis EMA 20 Harian Pengunci Keuntungan

Historical Backtest

Backtest

Pengujian komputasi strategi trading menggunakan data historis 2 tahun candlestick tanpa bias melihat masa depan (*no look-ahead bias*), membuktikan keandalan strategi sebelum mempertaruhkan dana riil.

Rentang: Riwayat 2 Tahun EOD Uji Bukti Kuantitatif

Win Rate

Backtest

Persentase transaksi yang berakhir dengan laba dibandingkan total seluruh transaksi yang dieksekusi. Dalam sistem dengan R:R ≥ 1:1.5, win rate 45%–55% sudah cukup menghasilkan pertumbuhan modal yang konsisten.

Tolok Ukur: 45% s/d 60% Rasio Kemenangan Statistik

Profit Factor

Backtest

Rasio total keuntungan kotor (*gross profit*) dibagi total kerugian kotor (*gross loss*). Nilai > 1.5 membuktikan strategi memiliki keunggulan statistik (*statistical edge*) yang tangguh.

Target Ideal: > 1.50x Kekuatan Edge Strategi

Max Drawdown (MDD)

Backtest

Persentase penurunan terbesar yang dialami saldo portofolio dari titik puncak modal tertinggi (*peak*) ke titik terendah (*trough*). Nilai MDD < 15% mencerminkan ketahanan risiko modal yang sangat prima.

Batas Toleransi: < 15.0% Pengukur Tekanan Psikologis

Fee Transaksi Bursa BEI

Backtest

Biaya reguler bursa yang diperhitungkan realistis dalam simulasi backtest: Komisi beli (~0.15%) dan komisi jual (~0.25% termasuk pajak PPh final 0.1%). Menjamin hasil backtest mencerminkan laba bersih riil di RDN.

Simulasi: Beli 0.15% | Jual 0.25% Beban Bersih Nyata

Portofolio Multi-Slot (3–5 Slot)

Backtest

Metode manajemen portofolio dengan membagi total modal menjadi beberapa slot independen (3 slot = 33%, 4 slot = 25%, 5 slot = 20%). Menghindari konsentrasi risiko emiten tunggal dan menjaga perputaran modal tetap lancar.

Standar Ideal: 4 Slot (25% per Saham) Diversifikasi Terukur

Alpha Portofolio

Backtest

Kelebihan persentase imbal hasil portofolio strategi di atas persentase kinerja indeks acuan IHSG (*excess return*). Menjadi bukti matematis sahih bahwa strategi sistem mampu mengalahkan kinerja pasar secara konsisten.

Alpha > 0: Mengungguli Indeks IHSG Kelebihan Imbal Hasil Riil

Year × Month Performance Grid

Backtest

Tabel rekapitulasi imbal hasil bulanan (Januari s/d Desember) berstandar laporan performa hedge fund kuantitatif yang menyajikan transparansi konsistensi pengembalian modal sepanjang berbagai musim bursa.

Format: Rekap Performa Bulanan Standar Institusi Kuantitatif